Posts

Games Outbound: Mencari Bola Impian

Games Outbound: Mencari  Bola Impian

Post by : Outbound Malang

A.      Tujuan permainan

1.       Melatih kesabaran

2.       Melatih kerja sama kelompok

3.       Melatih konsentrasi

B.      Alat:

1.       Tali

2.       2. Bola

3.       Baskom plastik

4.       Keranjang sampah

C.      Pelaksanaan:

1.       Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok yang maisng-masing terdiri dari 5-7 orang

2.       Tiga peserta matanya ditutup dengan kain dan sisanya tidak

3.       Peserta yang matanya ditutup masuk ke dalam arena untuk mencari bola dengan warna yang telah ditentukan

4.       Beberapa bola dengan warna yang berbeda-beda diletakkan dalam baskom. Peletakan baskom dalam arena dilakukan setelah mata peserta ditutup, sehingga peserta tidak tahu di mana posisi baskom tersebut.

5.       Peserta yang tidak ditutup matanya member isyarat dari luar arena agar peserta yang berada dalam arena agar peserta yang berada dalam arena dapat mengambil bola dengan cepat dan tepat

6.       Setelah bola didapatkan, kemudian dimasukkan ke dalam keranjang sampah dan dibawa keluar arena menuju tempat awal dengan mata masih tertutup

D.      Peraturan:

1.       Peserta tidak boleh membuka tutup mata sampai tugasnya selesai

2.       Peserta tidak boleh keluar arena pada saat masih mencari bola.

Incoming search terms for the article:

– Outbound di Malang

Outbound Malang

Outbound Training Malang

Pelatihan Motivasi

Pelatihan SDM

– Outbound Games

Artikel Motivasi: Batu Kecil

Artikel Motivasi: Batu Kecil

Post by : Outbound Malang

Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjannya yang ada dibawahnya. Pekerja itu berteriak, tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.

Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi uasahanya yang kedua pun memperoleh hasil yang sama.

Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya kea rah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dank arena merasa sakit, temannnta menengadah ke atas? Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.

Tuhan kadang0kadang menggunakan cobaan-cobaan ringan untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Seringkali Tuhan melimpahi kita dengan rahmat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Karena itu, agar kita selalu mengingat kepadaNya, tuhan sering menjatuhkan “batu kecil” kepada kita.

ncoming search terms for the article:

– Outbound di Malang

Outbound Malang

Outbound Training Malang

Pelatihan Motivasi

Pelatihan SDM

– Outbound Games

Artikel Motivasi : Ibunda, Kenapa Engkau Menagis?

Artikel Motivasi: Ibunda, Kenapa Engkau Menagis

Post by : Outbound Malang

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya.”Ibu, mengapa ibu menagis?”.Ibunya menjawab,”Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak”. “Aku tak mengerti” kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kamu memang tak pernah menengerti…”

Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. “ Ayah, mengapa ibu menangis?Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?”Sang ayah menjawab, “ Semua wanita memang menangis tanpa ada sebab yang jelas. “ Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya. Lama kemudian. Si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menagis.

Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan.” Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?”

Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,

“Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganaya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih saying, utnuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya.

Perasaaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan kepadanaya kebijaksanaan, dan kemapuan untuk memberikan pengertian dan meyadarkan, bahwa suami yang baok adalah tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.

Dan akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan.”

Maka, dekatlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup, karena dikakinyalah kita menemukan surga

Incoming search terms for the article:

– Kasih sayang ibu

– Surga di telapak kaki ibu