Posts

Outbound di malang plus SERUNYA LIBURAN DI LOKASI WISATA SENGKALING KOTA BATU

 SERUNYA LIBURAN DI  WISATA SENGKALING KOTA BATU

 

Selamat siang, gan sedikit berbagai cerita dari jalan-jalan ke wisata Sengkaling kemarin..bersama bapak, adik dan keponakan..Jam 14.00 kami tiba di sengkaling. Beli tiket masuk, 20.000/orang. Ada berbagai wahana yang ada di sengkaling, salah satunya tempat pemandian.. sekalian  antar keponakan renang. Setelah satu jam menunggu keponakan renang, perjalanan kami lanjutkan menuju wahana berikutnya.

Taman Rekreasi Sengkaling memiliki luas keseluruhan +/- 9 hektar (6 hektar di antaranya berupa taman dan pepohonan hijau yang rindang). Mempunyai berbagai fasilitas yang memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan tempat wisata yang lain. Salah satu keunggulan tersebut adalah terdapat wisata air, seluruh air yang ada berasal dari sumber alami. Konon, salah satu sumber yang ada yaitu Kolam Tirta Alam, dipercayai bisa membuat orang awet muda dan sampai saat inipun masih banyak masyarakat yang mempercayainya.

Wahana  yang tersedia di Wisata Sengkaling, antaralain: Pesona Kolam Primitif, Pesona Kolam Tirta Alam, Pesona Kolam Tirta Sari, Kolam cumi-cum dan tempat bermain mulai bom-bom car, jungkat-jungkit, ayunan, dan lain-lain.

Sobat, kami tertarik naik sepeda air mengelilingi danau buatan…Menariknya, ditengah danau ada bangunan besar berbentuk kapal, yang merupakan wahana kapal misteri..dan tidak kalah menariknya diatas wahana kapal misteri, ada wahana flying fox (wow,,keren) bagi yg suka Outbound Malang..pasti ingin coba permaianan ini..harga tiket flying fox 15.000 (lumayan..sich). 15 menit kami berlayar (wuih..lebay..) akhirnya sampai pada tujuan (he..he kembali ke dermaga, karena hanya diberi waktu 15 menit untk berkeliling danau). Ups, tiket untuk menyewa perahu 10.000 (untuk 4 orang). Menarik sekali, karena banyak wahana baru yang disediakan di lokasi wisata sengkaling. Mulai dari gua salju, kincir angin, wahana jungle live, wahana dunia ikan, dan lokasi outbund malang…jadi, teman-teman yang ingin refreshing sekaligus outbound. Kawasan wisata sengkaling, bisa menjadi alternatif untuk kegiatan outbound malang.

Terimakasih atas kunjungannya..

Artikel Motivasi: MENCIPTAKAN WAWASAN

Post by : Outbound Malang

“Hai manusia! Kau sungguh bekerja keras menuju Tuhanmuk, dan kau akan bertemu dengan-Nya.”

– Q.S. 84 Surat Al Insyiqaaq (Terbelah) Ayat 6 –

Doktrin tauhid “Laa Ilaaha Illallah” merupakan syahadat serta proklamasi kemerdakaan martabat kemanusian bagi setiap pribadi muslim yang nilainya jauh melampui makna Declaration of Independence and Human rights yang diagung-agungkan di negari barat. Dengan penghayatan kalimat tauhid ini maka ucapan “Laa Illaha Illallah” yang seringkali diucapkan denganpenuh hikmah seharusnya akan memberikan daya dan getaran energi pada jiwa manusia serta tidak akan ada yang mampu mendominasi pikiran, hari dan tindakan kita kecuali hanya untuk Allah SWT. Ini akan menimbulkan rasa tenang sejati yang abadi.

Sejarah telah mencatat bagaimanakalimay syahadat ini pernah menhasilkan suatu generasi manusia pada abad ke-enam dan ke-tujuh Masehi yaitu generasi sahabat Rasulullah SAW yang telah begitu menggetarkan dunia dengan menunjukkan kulaitas akhlak mereka yang mulia dan agung namun sekaligus begitu perkasa. Menurut catatan Michael Hart, penulis buku “Seratus Tokoh Paling Berpengaruh Dalam Sejarah” bahwa mereka disebut-sebut sebagai generasi terbaik yang pernah ada dalam sejarah perjalanan umat manusia.

Dalam teologi Islam kedudukan Asmaul Husna atau 99 sifat-sifat Allah adalah amat penting. Semunaya terangkum dalam kesatuan tauhid, yang Esa Dzat-Nya, Esa sifat-Nya, Esa pemikirannya-Nya dan Esa perbuatan-Nya, Penyebutan dan penghayatan merupakan dimensi makna kehadiran-Nya dalam rangka membangun wawasan dan komitmen.

Manusia diberi wewenang untuk haknya dari Allah SWT untuk mengarungi keluasan samudera hakikat dan ilmu-Nya, maka dengan meresapi kesembilan puluh sembilan (reinforcement) sebagai suatu titik tolak pembangunan dan ‘pengasahan’ kecerdasan emosinya. Dengan Asmaul Husna ia berikhtiar untuk menunjukkan kebaikan dan kebenaran, kebenaran dari kebenaran, dan keindahan dari kebenaran milik-Nya. Itulah Asmaul Husna, sebagai kunci dan kamus dari konsep ESQ (Emotional Spiritual Quotient) pada buku ini.

Dengan doktrin ‘Laa ilaaha illallah’, Allah ingin memuliakan dan sekaligus membebaskan manusia dari segala bentuk penghambaan serta keyakinan semu yang akan meruntuhkan martabat diri sebagai mahluk yang paling mulia. Seperti telah dibahas pada bagian-bagian sebelumnya bahwa mengambil ‘Ilah’ atau sesembahan lain selain Allah, seperti kehormatan diri, kepentingan, atau harta. Kesemuanya itu hanya bersifat fana. Namun sebaliknya, apabila semuanya dilakukan berdasarkan pijakan Ilah pada Allah, maka jawabannya sudah pasti yaitu melahirkan ketenagan, kepercayaan diri, integrits, motivasi dan kebijaksanaan yang semunya bersifat abadi dari Allah Azza wa Jalla.

Ikrar kalimay syahadat ini diucapkan paling sedikit sembilan kali dalam sehari semalam yang terdapat dalam “tahiyyat awal dan akhir” di dalam shalat lima waktu. Ucapan ‘Asyhadu an Laa Ilaaha Illallah” atau “aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah”, yang diucapkan berulang-ulang seharusnya akanmenjadi sebuah doktrin yang maha dahsyat yang akan mengisi dan menggetarkan kalbu. Ini sebenarnya merupakan sebuah energi raksasa yang tercipta dari hukum kekalan energi yaitu sifat energi yang kekal, artinya energi itu tidak bisa diterapkan, di mana para instruktur mewajibkan para siswa eksekutifnya untuk mengucapkan kalimat “Saya juara!” seratus kali dalam sehari selama masa latihan, teori in disebut Repetitive Magic Power, seperti yang sudah dibahas sebelumnya, yang berarti kekuatan ajaib dari pengulangan.

Apabila seseorang melaksanakan shalat lima waktu, maka ia akan melakukan repetitive magid power ini sebanyak 270 kali dalam sebulan (9 x 30), atau 3.240 kali dalam setahun (270 x 12). Apabila ia telah melakukan shalat sepuluh tahun saja maka ia telah melakukan repetitive magic power sebanyak 32.400 kali! Dan ini dilakukan seumur hidupnya. Bayangkan energi yang ditimbulkannya.

Ini tidak hanya merupakan suata energi, tetapi juga suatu ‘pengasahan’ ESQ seseorang, melalui pembangunan memori alam bawah sadar seseorang. Namun mengapa kebanyakan orang belum mengalami kemajuan berarti, pada hal ia telah melakukan shalat lebih dari sepuluh tahun? Ini sangat tergantung dengan wawasan dan pemahamannya tentang iman dan arti shalat yang sesungguhnya. Apalagi shalat dilakukan tanpa didasari oleh suatu pemikiran dan pemahaman yang mendalam tentang makna shalat sesungguhnya, maka ia akan sulit sekali memperoleh benefit dari tindakan yang dilakukannya itu.  Ia shalat tetapi mungkin tidak dengan hatinya, hanya fisik saja yang bergerak. Di samping itu ia pun mungkin belum menciptakan suatu tujuan akhir dari shalatnya sendiri.

Langkah pertama, berupa penetapan misi melalui ikrar syahadat, tidak lain adalah bertujuan untuk melatih, merekam, dan mengasah kembali Prinsip Satu yaitu prinsip hanya ber’Ilah kepada Allah Yang Maha Esa, meneladani sifat-sifat Allah, berusaha berpikir cara Allah (satu kesatuan tauhid) serta bergantung hanya kepada Allah sebagai landasan prinsip atas segala pemikiran dan segala tindakan, dan sebuah komitmen untuk memetuhi segala perintah dan menjauhi semua larangannya. Inlah ikrar atau syahadat yang sesungguhnya.

Ia-lah yang menurunkan ketenangan dalam hati para mukmin, supaya mereka (yang sudah beriman), bertambah imannya. Kepunyaan Allah tentara langit dan bumi. Allah Maha mengetahui, maha Bijaksana.

– Q.S. 48 Surat Al Fath (Kemenangan) Ayat 4 –

Incoming search terms for the article:

– Outbound Malang

– Outbound di Malang

– Outbound Training

Artikel Motivasi:KETANGGUHAN PRIBADI

Post by : outbound malang

Hai orang yang beriman!

Bertakwalah kepada Allah,

carilah jalan supaya dekat kepada-Nya.

Dan berjihadlah di jalan-Nya, supaya kamu berjaya.

– Q.S. 5 Surat Al Ma’idah (Hidangan) Ayat 35 –

Ketangguhan pribadi adalah ketika seseorang berada pada posisi atau dalam keadaan telah memiliki pegangan prinsip hidup yang kokoh dan jelas. Seseorang bisa dikatakan tangguh apabila ia telah memiliki prinsip yang kuat sehingga tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang terus berubah dengan cepat. Ia tidak menjadi korban dari pengaruh lingkungan yang dapat mengubah prinsip hidup atau cara berpikirnya. Prinsip hidupnya bersifat abadi dan tidak akan goyah meski diterpa badai sekeras apa pun. Ia mampu untuk prinsip yang dianut dengan kondisi lingkungannya, tanpa ia harus kehilangan pegangan hidup. Ia telah memiliki prinsip dari dalam diri keluar, bukan dari luar ke dalam. Ia pun mampu mengendalikan pikirannya sendiri ketika berhadapan dengan situasi yang sangat menekan sekalipun.

Seseorang boleh dikatakan tangguh apabila sudah merdeka dari berbagai belenggu yang bisa menyesatkan penglihatan dan pikiran, sehingga tidak terhanyut oleh belenggu yang bisa menyesatkan. Ia mampu untuk terus menjaga pikiran untuk tetap jernih dan dalam kondisi fitrah, sehingga segala kebijaksaan yang dibuatnya terbebas dari paradigma yang menutup mata dan telinga dari kebenaran.

Orang yang memiliki ketangguhan pribadi tidak akan pernah sakit hati, apabila ia sendiri tidak mengizinkan hatinya untuk disakiti. Ia mampu memilih respon atau reaksi yang ia sukai yang sesuai dengan prinsip yang dianut. Di sinilah pusat rasa aman yang sebenarnya, bukan pada lingkungan yang labil, tetapi pada iman yang mantap. Ia memiliki pedoman yang jelas dalam mencapai tujuan hidup, dan ia pun tetap fleksibel serta bijaksana dalam menghadapi berbagai realitas kehidupan yang riil. Ia mampu menikmati hidup, meskipun orang lain melihat bahwa ia sedang dalam kesengsaraan menurut ukuran mata telanjang. Itulah ketangguhan pribadi yang dihasilkan apabila seseorang hanya berpegang kepada Allah Yang Esa, dan tidak ada Ilah lain baginya kecuali Allah SWT yang menjadi gantungan hidup. Ia hanya bisa menderita apabila Allah meninggalkannya, tetapi ia tahu persis selama ia berpegang teguh pada syahadat (janjinya) kepada Allah maka Allah tidak akan pernah meninggalkannya. Dan ia pun tahu dengan pasti bahwa pegangannya itu adalah Allah SWT yang bersifat Maha Pengasih dan Penyayang terhadap dirinya. Laa mahbuba illa huwa Allah, tidak ada yang dicintai kecuali Dia Allah.

Pribadi muslim yang berpijak pada pondasi tauhid pastilah seorang pekerja keras, namun nilai bekerja baginya adalah untuk melaksanakan tugas suci yang telah Allah berikan dan percayakan kepadanya kepadanya, ini baginya adalah suatu ibadah. Bahkan ia bekerja jauh lebih keras dari yang kita kira, karena ia bekerja bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Tuhannya Yang Maha Tinggi. Jadi, standar kualitasnya tinggi sekali. Teladannya adalah Nabi Muhammad SAW dan acuannya adalah Allah SWT Yang Maha Tinggi dan mulia. Itulah ketangguhan pribadi sesungguhnya, hasil ‘celupan’ Allah, Tuhannya yang sangat dicintainya.

Secara sistematis, ketangguhan pribadi adalah seseorang yang telah memiliki prinsip berpikir sebagai berikut:

  1. Selalu memiliki Prinsip Landasan dan Prinsip Dasar, atau Prinsip Bintang, yaitu beriman hanya kepada Allah SWT.
  2. Memiliki Prinsip Kepercayaan, yaitu beriman kepada malaikat.
  3. Memiliki Prinsip Kepemimpinan, yaitu beriman kepada Nabi dan Rasul-Nya.
  4. Selalu memiliki Prinsip Pembelajaran, yaitu berprinsip kepada Al Qur’an Al Karim.
  5. Memiliki Prinsip Masa Depan, yaitu beriman kepada “Hari Kemudian”.
  6. Memiliki Prinsip Keteraturan, yaitu beriman kepada “Ketentuan Allah”.

Selanjutnya dalam pelaksanaannya ia memiliki tiga langkah sukses, pertama memiliki mission statement yang jelas yaitu “Dua Kalimat Syahadat”, kedua memiliki sebuah metode pembangunan karakter sekaligus simbol kehidupan yaitu “shalat lima waktu”, dan ketiga ia memiliki kemampuan pengendalian diri yang dilatih dan disimbolkan dengan “puasa”. Prinsip dan langkah ini teramat penting, karena akan menghasilkan suatu kecerdasan emosi dan spiritual (ESQ) yang sangat tinggi (Akhlakul Karimah). Untuk mendukung pendapat ini, saya akan menyampaikan pendapat seorang ahli sebagai berikut: “Dibandingkan dengan IQ dan keahlian, kecapakan emosi berperan dua kali lebih besar. Ini berlaku untuk semua kategori pekerjaan, dalam semua bentuk perusahaan dan organisasi. Analisis Hay/Mc Ber didasarkan pada data terbaik, hasil-hasil yang diperoleh dari wawancara mendalam, uji yang ekstensif, dan evaluasi terhadap ratusan pekerja. Sekali lagi, kecakapan emosi ternyata dua kali lebih penting untuk meraih keunggulan dibandingkan intelektualiotas dan keahlian murni.”

Apabila saya “analogikan” dengan Teori Molekul maka Fitrah adalah sebuah inti atom. Inti atom ini kemudian dilapisi dan dilindungi dengan 6 Rukun Iman yang menjaga inti atom tersebut, agar selalu tetap terjaga kemurniannya. Untuk mengasah dan mempertahankan serta meningkatkan energi inti atom (fitrah) itu maka ia dilingkari dan dikelilingi oleh syahadat, shalat, dan puasa yang terus berputar-putar secara teratur, seperti elektron mengelilingi inti atom. Hasilnya adalah kualitas tingkat keimanan yang kuat dan terpelihara yang akan menghasilkan suatu “Ketangguhan Pribadi” yang hebat (lihat Gambar: ESQ Model®).

Analogi ESQ Model ini menggambarkan suatu keteraturan sistem, seperti galaksi Bima Sakti, bulan yang mengelilingi bumi, bumi yang mengelilingi matahari, dan elektron-elektron yang mengelilingi inti atom. Begitu pula God-Spot (fitrah) yang dikelilingi oleh Iman, dan Iman yang dikelilingi oleh 5 Rukun Islam, semua teratur, yang membentuk suatu sistem dalam satu keesaan tauhid.

Lima lingkaran terluar pada skema ESQ Model seluruhnya mengitari atau mengorbit pada titik Tuhan (God Spot). Penetapan misi (mission statement) dan pembangunan karakter (character building), semua beredar mengitari inti. Ini melukiskan bahwa misi kehidupan dan karakter kita harus terpusat kepada kehendak Tuhan. Begitu pula dengan pengendalian diri (self controling), harus sesuai dengan kehendak Tuhan, dengan mengikuti garis edar. Kolaborasi strategis atau sinergipun harus pula berprinsip kepada suara hati pada titik Tuhan, bukan kepentingan golongan. Begitupun aksi total yang merupakan transformasi dari alam pikiran ke alam nayata, semua kegiatan manusia harus mengorbit pada kehendak suara hati ilahia pada titik Tuhan secara sangat seimbang.

Seumpama ESQ Model sebuah sistem rara surya, kelima planet Rukun Islam memiliki masa edar yang berbeda didalam mengelilingi inti (waktu evolusi). Planet syahadat berevolusi sembilan kali dalam sehari semalam, diucapkan di dalam tahiyat awal dan akhir ketika melakukan shalat. Plenet puasa bergerak pada garis edar satu kali dalam setahun (sebelum penuh). Zakat satu kali dalam setahun. Dan ibadah Haji satu kalu seumur hidup. Perhatikanlah ini baik-baik, semakin jauh, dan semakin berat beban, maka gerakan menajadi semakin lambat. Ada suatu kekuatan maha dahsyat yang menggerakan ini semua. Apabila salah satu planet pada susunan tat surya macet Mars berhenti beredar misalnya, maka niscaya alam akan hancur. Begitu pula apabila salah satu rukun Islam diabaikan maka moral dan susunan tat sosial akan rusak, seperti yang terjadi saat ini di Indonesia. Itulah sebabnya pelaksanaan rukun Islam waji hukumnya. Seperti kewajiban planet-planet pada galaksi Bima Sakti untuk mengelilingin inti, demi keseimbangan alam sementa, semua sujud kepada Allah.

Gerakan mengelilingi inti yang dilakukan berulang-ulang, melambangkan suatu langkah penyempurnaan dan pengesahan untuk menuju kepada sifat-sifat ilahiah, dan semua karena Allah semata. Itulah gerakan yang dinamakan Ihsan.

Demi matahari, dan cahanya di pagi hari. Demi bulan bila ia mengelilingi (matahari). Demi siang bila ia menampakkan (matahari). Demili malam bila ia menutupinya. Demi langit dan yang dibina padanya. Demi bumi dan yang dibentangkan atasnya. Demi suka dan penyempurnaannya.

– Q.S. 91 Surat Asy Syams (Matahari) Ayat 1-7 –

Incoming search terms for the article:

– Outbound Malang

– Outbound di Malang

– Outbound Training