Materi:PRASANGKA

Post by : Outbound Malang

“Tuhan kami!”

“Janganlah jadikan kami (sasaran) godaan bagi orang tiada beriman. Dan ampunilah kami, Tuhan!”

“Sungguh, Kaulah Yang Maha Perkasa, Yang Maha Bijaksana.” (Q.S. 60 Surat Al Mumtahanah (Perempuan yang Diuji) Ayat 5 )

Pada tahun 1991, seorang Project director, sebut saja “Stn” membuat sebuah master plan disain konstruksi bangunan. Di dalam tim tersebut ada dua kelompok, tim interior dan tim arsitektur. Setelah berjalan lebih kurang tiga bulan, proyek tidak menampakkan kemajuan seperti diharapkan. Kemudian diadakan rapat tim. Dihadiri oleh kedua belah pihak dan dipimpin langsung oleh “Stn” sendiri. Mereka saling berdebat. Mereka bersilat lidah dan menyerang. Kemudian Project Director berkata pada keua tim tersebut: “Baiklah, kalau begini keadaannya terus-menerus saya akan mundur dari meeting ini. Silahkan saudara mengadakan pembicaraan berdua. Satu jam lagi saya akan datang untuk melihat perkembangannya.” Sejam kemudian mereka tampak sudah bisa berdamai dan berkerja sama kembali. Rupanya menurut “Stn”, sang Project Director, letak permasalahannya kedua kubu tim tersebut, masing-masing merasa bahwa pihaknya lebih menonjol, dan merasa lebih tahu bidang yang orang lain kerjakan. Itu mengakibatkan keterlambatan jadwal yang ditetapkan. Ataukah mungkin, salah satu dari kelompok tersebut ingin terlihat lebih hebat di hadapan Project Director itu?

Nabi Muhammad SAW mengingatkan:

“Janganlah kamu berdiri seperti orang-orang asing yang mau saling diagungkan.”

Sebuah contoh lain, seperti yang dialami sahabat saya, sebut saja SW. pada suatu hari di tahun 1987, SW sahabat saya yang juga bekerja sebagai tenaga profesional di N.V. Mugi itu ditawari oleh seorang supir taksi, membeli sebuah taksi. Mulanya SW merasa curiga dan berpikir, “Jangan-jangan saya akan ditipu.” Namun dia mengambil langkah yang megejutkan. Ia membeli taksi tersebut dan sekaligus memberikan kesempatan kepada si supir taksi untuk menjalankan taksi tersebut, dengan catatan harus bayar uang setoran sebesar Rp. 53.000,- / hari. Sementara rata-rata setoran saat itu adalah Rp. 65.000,-. SW mengatakan bahwa hitungan satu bulan adalah 30 hari, suatu hari adalah milik si supir taksi, atau dengan istilah yang disebutnya “bebas setor”. Mobil boleh dibawa pulang, tetapi perawatan seluruhnya adalah tanggung jawab si supir. Satu bulan kemudian si supir datang ke rumah SW bersama dengan taksinya sambil menunjukkan ‘segepok’ uang tunai dan berseru: “Lihat, saya sekarang sudah punya uang tabungan segini banyaknya!” Selanjutnya bisnis itu berjalan lancar. Sungguh sebuah pekerjaan yang betul-betul dilandasi dengan kepercayaan dan sebuah prasangka baik, akan menghasilkan sebuah hasil yang baik pula.

Tindakan seseorang sangat tergantung dengan alam pikirannya masing-masing. Setiap orang diberikan kebebasan untuk memilih responnya sendiri-sendiri. Ia bertanggung jawab penuh atas sikap yang ditimbulkan dari pikirannya sendiri. Andalah “raja” dari pikiran anda sendiri. Bukan lingkungan sekeliling anda. Namun lingkungan ikut serta berperan dalam mempengaruhi cara berpikir seseorang. Apabila lingkungannya pahit maka ia pun menjadi pahit, selalu curiga, dan seringkali berprasangka negatif kepada orang lain. Pikiran negatif ini semakin bertambah dan kian menguat ketika sistem informasi semakin maju. Dan media informasi seperti televisi, majalah dan koran terus “membombardir” pikirannya dengan berita-berita pembunuhan, penipuan dan kejahatan-kejahatan. Akhirnya ia pun terpengaruh, ia menjadi selalu berprasangka negatif dan curiga kepada oranglain. Prasangka negatif ini mengakibatkan orang menjadi bersikap “defenisi” dan tertutup, karena beranggapan bahwa orang lain musuh berbahaya. Cenderung menahan informasi dan tidak mau bekerja sama. Akibatnya justru ia sendiri yang akan mengalami kerugian, seperti turunnya kinerja, tidak mampu melakukan sinergi dengan orang lain, peluang-peluang emas yang terlewatkan, atau bahkan tersingkir di tengah pergaulan sosialnya. Baginya orang lain adalah musuh berbahaya. Padahal sebenarnya “Pikirannyalah” musuh yang lebih berbahaya.

Incoming search terms for the article:

Outbound Malang

– Outbound di Malang

– Outbound Training