Artikel Motivasi:KESADARAN DIRI

Post by : Outbound Malang

Ketujuh belenggu di atas, yakni prasangka, prinsip, pengalaman, prioritas dan kepentingan, sudut pandang, pembanding, dan literatur-literatur merupakan hal yang sangat mempengaruhi cara berpikir seseorang, oleh karena itu “kemampuan” melihat sesuatu secara jernih dan obyektif harus didahului oleh kemampuan mengenal faktor-faktor yang mempengaruhinya itu. Caranya adalah dengan mengembalikan manusia pada fitrah hatinya atau “God-Spot”. Sehingga manusia akan mampu melihat dengan “Mata Hati”, mampu memilih dengan tepat, memprioritaskan dengan benar. Dari cara melihat yang obyektif ini maka keputusan yang diambil akan benar dan dengan cara yang adil dan bijaksana sesuai dengan fitrah dan suara hati. Itulah contoh-contoh kecerdasan emosional dan spiritual yang tinggi, atau ESQ yang cerdas.

Menyebutkan secara berulang-ulang, melalui ucapan, pikiran dan hati sekaligus, seuah suara hati akan mampu mendorong pikiran untuk menjadi suci dan bersih, sehingga membekas di hati. Ucapan Subhanallah, Maha Suci Allah, harus diterapkan untuk membangun kekuatan pikiran bawah sadar, sehingga akan mendarah daging di dalam diri kita menjadi sesuatu kekuatan, itulah yang disebut “Repetitive Magic Power” yang akan menghilangkan pengaruh pikiran-pikiran buruk, paradigma, dan ketujuh belenggu di atas, yang membuat manusia menjadi buta hati, tidak peka atau memiliki kecerdasan hati yang minim. Repetitive madic power ada dzikir, dan bertasbih. Mengingat kesucian nama Tuhan setiap hari akan terus membantu danmengandalikan kejernihan hati manusia, maka ia akanmampu melihat sesuatu permasalhan tanpa didasari latar belakang interest, pembanding dari sudut pandang subyektif, tetapi melihat sesuatu secara apa adanya, bukan memandang sesuatu menjadi merah karena lensa kacamata anda merah, atau semua hijau karena lensa kacamata anda hijau, namun pergunakanlah lensa kacamata bening sehingga anda mampu membedakan mana yang hijau danmana yang merah. Ingatlah cara berpikir Tuhan yang Suci. Pikiran kita seperti tanah tempat kita bercocok tanam, tanaman adalah ide, visi atau sesuatu gagasam. Apabila tanah tersebut sudah tercemar dan rusak, maka tanaman akan rusak dan mati, begitu pula dengan ide dan gagasan apabila ditanam pada pikiran yang kotor. Jadi sebelum merespon suatu permasalahan, melihat suatu peluang, menyusun suatu rencana, atau mengambil suatu langkah, maka langkah pertama yang terpenting adalah periksa dulu hati dan pikiran yang kita miliki, apakah sudah bebas hama?

Langkah pengenalan hama dan pembersih God-Spot itulah yang disebut “Zero Mind Process” atau pembentukan hati dan pikiran yang jernih dan suci. Dia akan siap untuk menghadapi berbagai rintangan karenan mampu bersikap positif dan akan tanggap terhadap suatu peluang serta bisa menerima pemikiran baru tanpa dipengaruhi dogma yang membelenggu. Merdeka dan berpikir, dan hasilnya akan tercipta pribadi-pribadi yang kreatif, berwawasan luas, terbuka atau fleksibel, mampu berpikir jernih dan God-Spot anda akan kembali bercahaya.

Zero Mind Process adalah sebuah landasan awal dalam memahami pemikiran tentang ESQ dalam buku ini. Apabila dalam shalat dinamakan Takbiratul Ihram, dan di dalam haji dinamakan Ihram, maka dalam buku ini saya namakan Zero Mind Process. Ketiganya diletakkan pada tahap awal, sebelum kegiatan atau rukun-rukun yang lain dilakukan. Intinya adalah, dibutuhkan sebuah kejernihan hati dan pikiran sebelum mencari dan menemukan kebenran. Kebenaran yang sesuai dengan Human Nature, dan kehendak Tuhan Sang Pencipta.

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan mantap kepada agama manurut fitrah Allah yang telah menciptakan fitrah itu pada manusia. Tiada dapat diubah (hukum-hukum) ciptaan allah. Itulah agama yang benar, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.”

– Q.S. 30 Surat Ar Ruum (Bangun Romawi) Ayat 30 –

Incoming search terms for the article:

– Outbound Malang

– Outbound di Malang

– Outbound Training